UJI EFIKASI FUNGISIDA ALAMI BERBAHAN AKTIF ASAM ANACARDAT 67 SL UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum sp.) PADA BUAH CABAI DENGAN METODE COATING SECARA IN-VITRO

  • Vit Neru Satrah Universitas Halu Oleo
  • Tiara Hafidsya
  • Mariadi Mariadi
  • Andi Khaeruni
  • Waode Siti Anima Hisein
  • Syair Syair
  • La Ode Santiaji Bande
Keywords: Fungisida Alami Berbahan Aktif Asam Anacardat 67 SL, Metode Coating, Penyakit Antraknosa

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: Mengetahui pengaruh fungisida alami berbahan aktif asam anacardat 67 SL dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum sp. secara in-vitro, mendapatkan konsentrasi yang efektif, serta mengetahui pengaruh interaksi dan mandiri jenis buah dan metode coating menggunakan fungisida dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum sp. secara in-vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Unit Fitopatologi, Universitas Halu Oleo, dimulai pada Oktober sampai Maret 2022. Penelitian disusun mengunakan 2 rancangan penelitian. Tahap 1 menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan: P0= tanpa fungisida, P1= 5% fungisida, P2= 10% fungisida, P3= 15% fungisida, P4= 20% fungisida dan P5= 25% fungisida, diulang sebanyak 3 kali. Tahap 2 menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial: faktor pertama C1= Cabai merah dan C2= Cabai hijau, sedangkan faktor kedua M0= tanpa metode coating, M1= metode coating penyelupan dan M2= metode coating penyemprotan. Variabel yang diamati yaitu, daya hambat Colletotrichum sp., masa inkubasi dan intensitas penyakit antraknosa. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam, jika  menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungisida alami berbahan aktif asam anacardat 67 SL mampu menghambat pertumbuhan Colletotrichum sp., dengan konsentrasi 25% yang paling efektif, terdapat perlakuan pengaruh mandiri dengan intensitas penyakit terendah adalah C2 (9,188%) dan M2 (7,100%) dan perlakuan interaksi dengan intensitas penyakit terendah adalah C2M1 (00,00%.).

Published
2023-03-31