https://ppnp.e-journal.id/agro/issue/feed Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan 2021-04-05T01:39:33+00:00 Nurmiaty agroplantae@polipangkep.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan</strong> adalah Terbitan berkala ilmiah, yang terbit 2 kali setahun setiap Maret dan September, Memuat&nbsp; artikel dari hasil penelitian yang berhubungan dengan budidaya dan pengelolaan tanaman pertanian dan perkebunan</p> https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/225 ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP POLA RUANG DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BIALO 2021-04-05T01:39:32+00:00 Andang Suryana Soma suryaandang@gmail.com <p><em>This research aims to </em><em>analyze</em><em> the land use and identify the suitability of the land use p</em><em>lan</em><em> of space in </em><em>Bialo </em><em>Watersheds and determine the direction of land use if there is a mismatch between the land use with the </em><em>regional plan </em><em>in </em><em>Bialo watersheds</em><em>. </em><em>The</em><em> data</em><em> were</em><em> collected in </em><em>primary data was the</em><em> land use &nbsp;and secondary data </em><em>of regional plan</em><em>. Th</em><em>e</em><em> data were analyzed with interpretation, test accuracy, and conformity determination for land use overlay with the p</em><em>lan</em><em> space. Based on the analysis of land-use suitability with the plan space, a land-use plan is acquired that fits the area of 87.80% and is not following 12.20%. Use of the referral in the form of reboisa</em><em>tion</em><em>, the village forests, agroforestry, multi-purpose tree species (</em><em>MPTS</em><em>) on dry land forest land use, agricultural secondary dry land, settlements. Planting cover crops and soil reinforcement terrace on paddy fields and natural succession on land use scrub.</em></p> 2021-04-05T00:56:33+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/230 EFIKASI VARIASI KONSENTRASI PGPR UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum F.) DI BERBAGAI TAKARAN MEDIA KOMPOS 2021-04-05T01:39:32+00:00 Kafrawi kafrawi kafrawidjamin@gmail.com <p>Tujuan dari percobaan ini adalah mendapatkan data interaksi kosentrasi PGPR dengan takaran pupuk organik yang terbaik dalam memacu pertumbuhan tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan menggunakan 2 (dua) faktor perlakuan, perlakuan pertama adalah takaran kompos yang terdiri dari 4 level yaitu: tanpa pemberian kompos, tanah + kompos 1 : 1, tanah + kompos 1 : 2 dan tanah + kompos 2 : 1. Perlakuan kedua adalah konsentrasi mikroba PGPR dengan 3 taraf yaitu: Konsentrasi 10 mL.L<sup>-1</sup> air, 20 mL.L<sup>-1</sup> air, dan 30 mL.L<sup>-1</sup> air.&nbsp; Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang terdiri dari 2 unit penelitian dan diulang kedalam 3 kelompok, sehingga terdapat 72 unit tanaman penelitian. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanaman tertinggi diperoleh dari kombinasi perlakuan media tanah berkompos (1:1) dengan konsentrasi PGPR 30 mL.L<sup>-1</sup> (42,63 cm), jumlah daun per tanaman terbanyak diperoleh dari kombinasi perlakuan media tanah berkompos (2:1) dengan konsentrasi PGPR 10 mL.L<sup>-1</sup> (29 helai). Bobot umbi brangkasan segar, bobot umbi brangkasan kering askip, dan bobot umbi protolan kering askip tertinggi semua diperoleh dari kombinasi perlakuan media tanah berkompos (1:1) dengan konsentrasi PGPR 10 mL.L<sup>-1</sup> masing-masing sebesar 32,64 g, 19,95 g, dan 11,54 g, sedangkan susut bobot tanaman tertinggi diperoleh dari kombinasi perlakuan media tanah tanpa penambahan kompos dengan konsentrasi PGPR 20 mL.L<sup>-1</sup> (18,42 g).</p> 2021-04-05T01:15:56+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/254 UJI VIABILITAS BEBERAPA JENIS VARIETAS JAGUNG ( Zea Mays) DENGAN MENGGUNAKAN METODE YANG BERBEDA 2021-04-05T01:39:32+00:00 Nurhafidah Nurhafidah nurhafidah29@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah:1.&nbsp; Untuk mengetahui metode yang paling bagus&nbsp; digunakan untuk uji daya kecambah pada beberapa varietas jagung.2. Mengenal berbagai uji viabilitas dan vigor benih dengan pengecambahan,&nbsp; Uji Daya Berkecambah Benih, Uji Keserempakan Berkecambah Benih.3. Mengetahui spesifikasi berbagai metode Uji Viabilitas dan Vigor Benih dengan pengecambahan 4. Mengetahui kriteria kecambah normal dan abnormal.Penelitian ini di laksanakan di laboratorium Teknologi Benih Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan di Politenik Pertanian Negeri Pangkep pada bulan Agustus sampai November 2020. Metode yang akan gunakan dalam penelitian ini adalah Pengecambahan benih dengan substrat kertas yaitu: &nbsp;Uji di atas kertas,&nbsp;Uji antara kertas,&nbsp;Uji kertas digulung didirikan dalam plastik. Penelitian ini menggunakan &nbsp;Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam faktorial 2 faktor yaitu; faktor pertama adalah varietas terdiri atas 3 taraf ( v1, v2, v3,) dan faktor ke dua &nbsp;terdiri atas 3 taraf&nbsp; (M1, M2, M3,). Setiap perlakuan diulang 2 kali. daya berkecambah pada uji UAK,UDK,UKDdP &nbsp;menunjukkan rata-rata daya berkecambah hampir sama dari ketiga metode tersebut. Rata-rata persentase daya berkecambah pada metode&nbsp; UDK,UAK,UKDdP berkisar 88 – 98 % untuk semua varitas yang di uji. Metode UDK berkisar 90&nbsp; %, metode UDK&nbsp; 86 % dan UKDdP 98 %. Daya berkecambah merupakan tolok ukur viabilitas potensial yang merupakan simulasi dari kemampuan benih untuk tumbuhdan berproduksi normal dalam kondisi optimum &nbsp;Berdasarkan analisis sidik ragam&nbsp; menunjukkan bahwa tidak&nbsp;&nbsp; berpengaruh&nbsp; nyata dari beberapa varietas jagung yang di uji dari tiga metode uji yaitu,,uji diatar kertas (UAK),uji diatas kertas (UDK), uji kertas di gulung didirikan dalam plastik (UKDdP) dimana F hit.lebih kecil dari F tabel.</p> 2021-04-05T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/251 PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum, L) DENGAN APLIKASI PERBEDAAN KONSENTRASI BIO SLURRY DAN PEMOTONGAN UMBI BIBIT 2021-04-05T01:39:32+00:00 pramono hadi hadi ulyaraihan5@gmail.com <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; This study aims to determine the effect of bio slurry and cutting of seed tubers on the growth and yield of shallot plants in the Dukuh Kepoh Food and Horticultural Garden, Tohudan Village, Colomadu District, Karanganyar Regency with a height of ± 105 m above sea level, from April until June 2020.</em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; This study used a factorial method with a complete randomized block design (RAKL), consisting of two treatment factors, while the two treatment factors with 12 treatment combinations, each treatment was repeated (3) times. The first treatment, the concentration of bio slurry (S) which consists of 4 levels, namely (S1: Bio slurry 0 ml / l, S2: Bio slurry 50 ml / l, S3: Bio slurry 100 ml / l, S4: Bio slurry 150 ml / l). The second treatment was cutting the seed tubers (P), which consisted of three levels (P1: Cutting 1/4 part of seed tubers, P2: Cutting 1/3 parts of seed tubers, P3: Cutting 1/2 parts of seed tubers).</em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; The results showed that the treatment with bio slurry (S) had no significant effect on all observed parameters. Treatment by cutting seed tubers (P) had a very significant effect on plant height, weight of fresh tubers per plant, weight of fresh tubers per plot and had a significant effect on the number of fresh tubers per plant, but had no significant effect on the number of tubers per plot and weight of fresh stems. The combination between the treatment of bio slurry and cutting of seed tubers (SxP) did not significantly affect all observed parameters, The highest yield of fresh tubers per plot was obtained in treatment (S<sub>2</sub>P<sub>2</sub>) with a yield of 800.00 g, while the lowest tuber weight per plot was obtained in treatment ( S<sub>1</sub>P<sub>3</sub>) with a yield of 433.33 g.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords: shallot, bio-slurry, seed tuber cutting</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2021-04-05T01:26:31+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/249 PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU TEH DAUN GAMBIR (Uncaria Gambir Roxb.) 2021-04-05T01:39:32+00:00 Andi Eviza evie.tadjuddin@gmail.com <p>Tanaman gambir mengandung senyawa polifenol yang cukup tinggi, sama seperti senyawa yang terdapat dalam daun teh (<em>Camelia sinensis</em>). Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa polifenol bersifat sebagai antioksidan yang bermanfaat dalam mengobati penyakit ataupun menangkap radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh. Senyawa polifenol yang terdapat dalam daun gambir meliputi tanin, katekin, dan gambirin. Teh daun gambir dibuat melalui dua tahapan proses untuk memperoleh teh sesuai dengan formula yang diinginkan, yaitu pengolahan daun gambir menjadi daun gambir kering lalu dibuat menjadi teh daun gambir. &nbsp;Pengolahan lainnya, yaitu dengan melakukan proses fermentasi terhadap daun gambir. Perlakuan fermentasi pada pembuatan teh daun gambir masih bervariasi, belum dilakukan uji kandungan katekin, dan tannin yang merupakan kandungan utama dari gambir juga kandungan antioksidannya, kadar abu dan kadar airnya untuk mengetahui mutu dari teh herbal yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan lama proses fermentasi &nbsp;yaitu 18 jam, 24 jam, 30 jam, 36 jam, 42 jam dan 48 jam yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil analisa laboratorium yang diperoleh rata-rata kandungan katekin pada tiap perlakuan 3,12%, 2,17%, 2,25%, 1,82%, 1,85%, 1,69%, kandungan taninnya 6,39%, 5,51%, 3,82%, 2,43%, 2,29%, 1,78%, aktivitas antioksidan 326,73ppm, 309,10ppm, 317,68ppm, 317,68ppm, 226,39ppm, 226,78ppm, kadar abu 2,62%, 2,62%, 2,66%, 2,57%, 2,41%, 2,43%, kadar air 8,42%, 8,66%, 8,58%, 8,36%, 8,33% 8,40%.</p> 2021-04-05T01:31:27+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/250 PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersium esculentum Mill) PADA PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS BUBUK CANGKANG TELUR 2021-04-05T01:39:32+00:00 Erna Halid erna_halid@yahoo.com <p>Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Takkalala Kecamatan Wara Selatan Kota Administratif Palopo,&nbsp; Provinsi Sulawesi Selatan yang mulai bulan Agustus&nbsp; hingga November 2020. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman tomat terhadap pemberian&nbsp; berbagai dosis pupuk cangkang telur.</p> <p>Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan, 3 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 9 tanaman. Jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 45 tanaman. Adapun perlakuan (P) sebagai berikut : P0 = kontrol, P1 = 20/gram bubuk cangkang telur, P2 = 40/gram bubuk cangkang telur, P3 = 60/gram bubuk cangkang telur, P4 = 80/gram bubuk cangkang telur.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bubuk cangkang telur dengan dosis 80 gram per tanaman (p4) pada tanaman tomat menghasilkan tinggi tanaman tertinggi 56,99,&nbsp; jumlah helaian daun terbanyak 98,66 , jumlah cabang tanaman tomat terbanyak 16,77 , waktu munculnya bunga tercepat 23, jumlah tanaman buah terbanyak 23,89 , berat buah tertinggi 23,37 , panjang buah tertinggi 3,75&nbsp; dan lingkar buah terbesar 11,15.</p> 2021-04-05T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/252 PRODUKSI BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN PEMANFAATAN AGEN HAYATI JAMUR TRICHODERMA SP. 2021-04-05T01:39:32+00:00 leli amiruddin leliamiruddin@gmail.com <p>Bibit&nbsp; kakao yang berkualitas diperoleh melalui pemeliharaan yang baik dengan penggunaan jamur yang bermanfaat mengoptimalkan fungsi media tanam yang mengandung bahan organik. Salah satu diantaranya adalah penggunaan jamur <em>Trichoderma </em>sp. Pemanfaatan Jamur <em>Trichoderma </em>sp. memacu pertumbuhan bibit tanaman kakao. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian jamur <em>Trichoderma </em>sp. pada pertumbuhan bibit tanaman kakao. Terdapat dua perlakuan &nbsp;yaitu: pemberian jamur <em>Trichoderma </em>sp. 20 mg/polybag dan tanpa pemberian jamur <em>Trichoderma </em>sp., yang masing-masing terdiri atas 12 unit poercobaan. Data dianalisis dengan statistic sederhana. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian jamur <em>Trichoderma </em>sp. 20 mg/polybag memberikan pengaruh terbaik dan hasil tertinggi pada bibit tanaman kakao pada semua parameter yang diamati.</p> 2021-04-05T01:38:46+00:00 ##submission.copyrightStatement##