Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan https://ppnp.e-journal.id/agro <p><strong>Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan</strong> adalah Terbitan berkala ilmiah, yang terbit 2 kali setahun setiap Maret dan September, Memuat&nbsp; artikel dari hasil penelitian yang berhubungan dengan budidaya dan pengelolaan tanaman pertanian dan perkebunan</p> Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan en-US Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan 2089-6166 UJI PATOGENITAS CENDAWAN PENDEGRADASI BAHAN ORGANIK PADA BIBIT TANAMAN TEBU https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/296 <p>Cendawan dapat memberikan manfaat dan juga menyebabkan kerugian bagi karena dapat menyebabkan tanaman tebu menjadi sakit sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji patogenitas cendawan pendegradasi bahan organik yang diisolasi ampas tebu, blotong dan daun seresah tebu. Penelitian ini menggunakan empat cendawan yang telah diuji kemampuan di dalam mendegradasi bahan organik. Pengujian patogenitas dilakukan dengan mengukur tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh cendawan dan reisolasi cendawan dengan metode <em>postulat koch.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan <em>Ablyosporium</em> sp, <em>Aspergillus</em> sp1, <em>Aspergillus</em> sp2 tidak menunjukkan patogenitas pada bibit tebu gejala nekrosis tidak ada dan hasil reisolasi cendawan menunjukkan <em>Penicillium</em> sp bukan merupakan cendawan patogen. Empat cendawan pendegradasi yang diuji patogenitasnya menunjukkan bukan merupakan cendawan patogen.</p> <p>&nbsp;</p> Rahmad D ##submission.copyrightStatement## 2021-09-30 2021-09-30 10 2 76 84 10.51978/agro.v10i2.296 PERTUMBUHAN DAN PODUKSI JAGUNG PULUT PADA SISTEM PERTANIAN TERPADU DI LAHAN KERING BERBASIS ALLEY CROPPING https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/297 <p>Pengembangan jagung yang mengarah pada lahan kering, memerlukan teknologi pertanian yang ramah lingkungan, agar produktivitasnya dapat berkelanjutan.&nbsp; <em>Alley cropping</em> merupakan salah satu teknologi budidaya yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi jagung pulut pada empat sistem budidaya, yakni monokultur, tanaman berganda, alley cropping dan agrosilvopastura. Percobaan lapangan dilakukan untuk menguji parameter pertumbuhan dan produksi tanaman jagung, yakni tinggi tanaman, jumlah daun, anjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol berklobot segar dan berat tongkol tanpa klobot. Data dianalisis menggunakan program Excel dan uji lanjut BNT. Hasil peneltian menunjukan bahwa keempat sistem budidaya belum memberikan pengaruh secara signifikan pada fase pertumbuhan tanaman. Pengaruh signifikan terlihat pada fase produksi, dimana sistem agrosilvopastura memberikan hasil terbaik terhadap berat tongkol berklobot segar (263 g) dan berat tongkol tanpa klobot (150 g) dan idak berbeda nyata dengan alley croping (240 g;135 g). Hasil penelitian ini membuktikan produktivitas jagung dapat ditingkatkan di lahan kering melalui penyiapan lahan konservasi agrosivopasture berbasis <em>alley cropping</em></p> Sukmawati Sukmawati ##submission.copyrightStatement## 2021-09-30 2021-09-30 10 2 85 95 10.51978/agro.v10i2.297 KEMAMPUAN MEMANGSA SEMUT RANGRANG Oecophylla smaragdina TERHADAP Prays endocarpa HAMA JERUK PAMELO https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/295 <p>Pemanfaatan semut rangrang (<em>O. smaragdina</em>) sebagai agens hayati pada pengendalian hama tanaman memerlukan dukungan hasil kajian dari berbagai aspek.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan memangsa semut rangrang <em>O. smaragdina</em> terhadap <em>P. endocarpa</em> hama pada buah jeruk pamelo. Metode penelitian yaitu melakukan uji pemangsaan semut rangrang terhadap larva dan pupa <em>P. endocarpa. </em>Setiap pengujian dilakukan pengulangan sebanyak sepuluh kali.&nbsp; Semut rangrang yang digunakan berasal dari koloni semut rangrang yang ada dipertanaman jeruk pamelo. Adapun larva dan pupa <em>P. endocarpa </em>yang digunakan diperoleh dari hasil perbanyakan dari buah-buah jeruk pamelo yang terserang hama <em>P. endocarpa. </em>Hal-hal yang diamati pada penelitian ini yaitu: kemampuan memangsa semut rangrang terhadap larva dan Pupa <em>P. endocarva </em>pada kondisi waktu pagi, &nbsp;siang, &nbsp;dan sore hari. Pengamatan lain yaitu perbandingan jumlah larva dan pupa <em>P. endocarpa </em>yang dimangsa oleh semut rangrang pada tiap satuan waktu (menit). Hasil &nbsp;yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semut rangrang rata-rata telah memangsa pre pupa dan pupa <em>P. endocarpa</em> pada menit kedua. Pengujian pada waktu yang berbeda (pagi, siang, dan sore) menunjukkan aktivitas pemangsaan semut rangrang terhadap pre pupa maupun pupa <em>P. endocarpa</em> relatif sama. Namun dari hasil pengujian lainnya dalam penelitian ini menunjukkan bahwa semut rangrang lebih cepat menghabiskan larva dari pada pupa <em>P. endocarpa.</em></p> Andi Ridwan Assaad Sri Muliani Henny Poerwanty ##submission.copyrightStatement## 2021-09-30 2021-09-30 10 2 96 103 10.51978/agro.v10i2.295 KAJIAN ASPEK AGROKLIMAT, BIO FISIK DAN AGRONOMIS PENGEMBANGAN INDIKASI GEOFRAFIS JERUK BESAR MERAH PANGKEP KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/294 <p>Jeruk besar merah Pangkep merupakan komoditi unggulan Kabupaten Pangkep yang potensial mendapatkan perlindungan hukum dan Indikasi Geografis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apsek agroklimat, bio fisik dan kimia lahan dan aspek budidaya yang merupakan bagian dalam pengusulan indikasi geografis yang diperlukan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu dengan survey lahan dan pengambilan sampel tanah di lapangan serta hasil analisis sampel tanah di laboratorium dan melalui kegiatan <em>Focus Graoup Discussion </em>(FGD). Data yang dikumpulkan berupa data sekunder dan data primer yang berasal dari pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi pengembangan jeruk yang terdapat di Kecamatan Labakkang, Mar’rang dan Sigeri dari aspek agroklimat, bio fisik lahan sudah sesuai yang syarat tumbuh yang dibutuhkan oleh tanaman jeruk. Kondisi kimia tanah kandungan unsur hara makro Nitrogen, Fosfor dan Kalium masih rendah. Aspek agronomi menunjukkan petani sebagian besar sudah melaksanakan kegiatan pemeliharan tetapi dalam kegiatan panen buah jeruk sebagian besar petani tidak melakukan penjarangan buah dan sortasi buah. Berdasarkan aspek agroklimat, bio fisik dan kimia lahan serta aspek agronomi, tanaman jeruk besar merah Pangkep sudah sesuai untuk dijadikan sebagai Indikasi Geografis.</p> <p><em>Kata Kunci: Indikasi Geografis, bio fisik lahan, Jeruk besar besar, budidaya tanaman, Pangkajene Kepulauan.</em></p> Dahlia Dahlia Nurmiaty Nurmiaty Rahmad Rahmad Reta Reta ##submission.copyrightStatement## 2021-09-30 2021-09-30 10 2 104 113 10.51978/agro.v10i2.294 PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT PADA BERBAGAI UMUR TANAMAN https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/290 <p>Curah hujan dapat dianggap sebagai faktor utama yang dapat membatasi potensi hasil kelapa sawit dan produktivitasnya juga umumnya sangat bergantung pada komposisi umur tanaman yang ada di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh curah hujan dan umur tanaman serta korelasinya terhadap produktivitas kelapa sawit yang ada di PT. Surya Raya Lestari II, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari pengelola kebun kelapa sawit. Data sekunder untuk keperluan analisis meliputi produksi tanaman dari 5 blok tanaman yang diamati pada 4 periode tahun tanam dan data curah hujan pada tahun 2011 hingga 2017. Metode analisis menggunakan analisis regresi dan korelasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa baik perubahan curah hujan maupun umur tanaman dalam periode pengamatan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman kelapa sawit yang ada di PT Surya Raya Lestari II. Korelasi antara curah hujan dan produktivitas berada dalam kategori sedang yakni 0,419 sedangkan untuk umur tanaman dan produktivitas nilai korelasinya 0,317 atau kategori lemah. Perbedaan produktivitas yang ditunjukkan dari adanya perbedaan umur tanaman berkisar antara 11,94 ton hingga 14,09 ton per ha. Produktivitas tanaman tertinggi dicapai pada umur tanaman yang telah mencapai 13 tahun dan produksi terendah diperoleh saat umur tanaman berumur 9 tahun.</p> Junaedi Junaedi Muhammad Yusuf Darmawan Darmawan Basri Baba ##submission.copyrightStatement## 2021-09-30 2021-09-30 10 2 114 123 10.51978/agro.v10i2.290 PENGARUH SUHU DAN LAMA FERMENTASI KOPI TERHADAP KADAR KAFEIN https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/293 <p>Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu dan lama Proses fermentasi biji kopi Perlakuan yang digunakan pada fermentasi yaitu suhu ( 35°C dan 45°C) dan lama fermentasi (6, 12, dan 18 jam). Parameter pengamatan meliputi pH dan kandungan kafein. . Penelitian ini dirancang dalam percobaan faktorial menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga kali pengulangan dengan metode analisis varians menggunakan <em>Statistic Package for Social Sciene </em>(SPSS). Bila hasil dari analisis sidik ragam memperlihatkan pengaruh nyata (α=0,05) maka dilakukan uji beda nyata dengan menggunakan uji beda jarak berganda Duncan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pada fermentasi biji kopi dengan teknologi <em>ohmic</em> pada suhu 35°C dan lama fermentasi 12 jam mendapatkan kadar kafein (1,6% ) menjadi (0.047% ) dan pada suhu 35°C dan lama fermentasi 12 jam didapatkan nilai pH (4.81). Sedangkan pada suhu 45°C dengan lama fermentasi 6 jam mendapatkan nilai kafein yang tinggi yaitu (0.147%) dan pada suhu 45°C dengan lama fermentasi 18 jam didapatkan nilai pH (5,83).</p> Henny Poerwanty Nildayanti Nildayanti ##submission.copyrightStatement## 2021-09-30 2021-09-30 10 2 124 130 10.51978/agro.v10i2.293 PENGUJIAN EFEK RACUN PERUT EKSTRAK BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F) https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/304 <p>Ekstrak daun babadotan (<em>Ageratum conyzoides </em>L.)&nbsp; mengandung beberapa senyawa kimia alami seperti alkaloid, saponin, polifenol, tannin dan minyak atsiri yang berguna sebagai zat pengendali hama tanaman. Ulat grayak (<em>Spodoptera litura</em> F.) adalah salah satu hama polifag yang menyerang banyak tanaman dengan kerugian mencapai 40-90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek racun perut ekstrak daun babadotan terhadap ulat grayak. Sebanyak 250gr daun babadotan dimaserasi dengan pelarut methanol 70% selama 24jam, lalu disaring dan ekstrak diuapkan dengan waterbath hingga diperoleh esktrak dasar yang kemudian dibuat menjadi konsentrasi 0%, 3%, 6% dan 9%. Pakan ulat berupa daun kubis kemudian direndam selama 5menit ke dalam masing-masing konsentrasi esktrak. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ekstrak babadotan 6% dan 9% pada pengamatan 24 jam&nbsp; menghasilkan rata-rata&nbsp; jumlah ulat terbanyak yaitu (1.0 ekor), dan berbeda nyata dengan perlakuan lainya. sedangkan yang terendah yaitu (0 ekor ) pada kontrol. Namun setelah pengamatan 72jam, rata-rata mortalitas tertinggi ada pada konsentrasi 9% yaitu (5 ekor) Ekstrak juga menyebabkan kegagalan dalam siklus metamorfosis pada <em>Spodoptera litura</em> F.</p> <p>Kata kunci : <em>babadotan, ekstrak, serangan hama, Spodoptera litura, mortalitas</em>.</p> Amanda Patappari Firmansyah Siti Arwati Dewi Sartika ##submission.copyrightStatement## 2021-09-30 2021-09-30 10 2 131 137 10.51978/agro.v10i2.304