Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan https://ppnp.e-journal.id/agro <p><strong>Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan</strong> adalah Terbitan berkala ilmiah, yang terbit 2 kali setahun setiap Maret dan September, Memuat&nbsp; artikel dari hasil penelitian yang berhubungan dengan budidaya dan pengelolaan tanaman pertanian dan perkebunan</p> Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan en-US Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan 2089-6166 PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK BIOSLURRY KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI ( Glicinie max L) https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/65 <p>Kedelai merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang sangat penting nomor tiga setelah padi dan jagung. Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan perkapita. Kebutuhan rata-rata kedelai sebanyak 2,3 juta ton/tahun, sedangkan produksi kedelai dalam negeri hanya sekitar 800-900 ribu ton. Sementara itu, produktivitas kedelai masih rendah. Hanya kisaran 0,6 - 2,0 ton/ha ditingkat petani. Masih jauh dari produktivitas maksimum yang mampu dicapai yaitu 2-3 ton/ha. Rendahnya produktivitas tanaman kedelai salah satunya disebabkan&nbsp;faktor pemeliharaan khususnya teknik pemupukan yang tidak tepat. Upaya peningkatan produktivtas tanaman kedelai dengan pengurangan penggunaan pupuk kimia terus dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan pupuk organik yang bersumber dari kotoran ternak. Salah satu pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tanaman adalah pupuk <em>Bioslurry</em><em>.</em> <em>Bioslurry </em>adalah produk akhir pengolahan limbah berbahan kotoran sapi yang berbentuk padat dan cair yang sangat bermanfaat sebagai sumber nutrisi untuk tanaman. Penelitian dilaksanakan Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Berlangsung dari bulan september sampai &nbsp;bulan desember 2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu pemberian pupuk organik cair bioslurry hasil kotoran sapi yang terdiri dari 4 taraf perlakuan &nbsp;yaitu&nbsp; 0, 10 (POC Nasa), 15, 20 dan 25 ml/liter air. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk cair Bioslurry hasil kotoran sapi 25ml/liter air memberikan rata-rata terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai pada parameter berat basah, jumlah polong, berat polong, dan berat per 100 biji.</p> harli karim ##submission.copyrightStatement## 2020-03-26 2020-03-26 8 2 1 6 PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI LIMA VARIETAS JAGUNG PULUT LOKAL (waxy corn) SULAWESI SELATAN PADA PEMBERIAN TRICHOKOMPOS https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/68 <p>Lima varietas jagung pulut lokal Sulawesi Selatan ini adalah varietas&nbsp; (famili) terpilih dari pembentukan populasi dasar jagung pulut local. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi lima varietas &nbsp;jagung &nbsp;pulut &nbsp;lokal &nbsp;Sulawesi &nbsp;Selatan &nbsp;terhadap &nbsp;pemberian berbagai dosis Trichokompos. Bahan &nbsp;yang &nbsp;akan &nbsp;digunakan &nbsp;pada &nbsp;penelitian &nbsp;ini; &nbsp;benih &nbsp;jagung&nbsp; pulut 5 varietas lokal (Bulukumba, Bone, Gowa, Takalar, Barru),&nbsp; dan trichokompos.&nbsp; Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan percobaan yang didesain dalam Rancangan Acak&nbsp; Kelompok (RAK)&nbsp; dalam faktorial 2&nbsp; faktor &nbsp;yaitu; faktor pertama adalah varietas terdiri atas 5 taraf ( v1, v2, v3, v4, v5) dan faktor ke dua adalah dosis trichokompos terdiri atas 3 taraf &nbsp;(t1, t2, t3,). Setiap perlakuan diulang 2 kali sehingga terdapat 30 plot pengamatan. Hasil penelitian diperoleh&nbsp; Jagung pulut varietas lokal Barru, Bulukumba, dan Gowa menunjukkan pertumbuhan terbaik pada pemberian dosis trichokompos 3,60 kg/plot&nbsp; (25 ton.ha-1) pada parameter tinggi tanaman dan tinggi letak tongkol. Jagung Pulut varietas lokal Bulukumba pada pemberian dosis trichokompos 3,60 kg/plot (25 ton.ha-1) menunjukkan produksi tertinggi&nbsp; (4,70 ton/ha)&nbsp; namun berbeda tidak&nbsp; nyata dengan&nbsp; perlakuan lainnya.</p> junyah leli isnaini ##submission.copyrightStatement## 2020-03-26 2020-03-26 8 2 7 15 KARAKTER PERTUMBUHAN TANAMAN PISANG SEBAGAI PENAUNG PADA PERTANAMAN KAKAO LAHAN BUKAAN BARU https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/69 <p>Pemanfaatan pohon pisang petani juga mendapat keuntungan ganda, selain pohon pisang berfungsi&nbsp; sebagai pohon pelindung, pisang juga dapat menjadi&nbsp; sumber ekonomi selain produksi kakao. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan beberapa jenis tanaman&nbsp; pisang sebagai&nbsp; penaung di lahan bukaan baru sehingga dapat ditentukan varietas yang tepat dikembangkan sebagai tanaman penaung pada pertanaman kakao di lahan bukaan baru. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Oktober. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kebun Teaching Farm Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene kepulauan yang terletak di Bulu Dua Kabupaten Barru. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi bibit tanaman kakao, bibit tanaman pisang, fungisida Dithane M-45, pupuk bokashi, pupuk NPK, pupuk cair, abu sekam,&nbsp; label, papan demplot, meter roll, dan alat tulis menulis. Alat yang digunakan meliputi eskavator, pompa air, sekop, cangkul, linggis, selang plastik,&nbsp; timbangan analitik, jangka sorong. Metode penelitian yang digunakan pada tahapan ini adalah metode Rancangan Acak Kelompok (Randomizes Block Design), dengan 3 perlakuan dan&nbsp; 3 ulangan. Perlakuan tersebut adalah varietas pisang cavendish (P1), ambon (P2), dan raja (P3). Setiap unit perlakuan diwakili 5 tanaman, sehingga terdapat total 45 unit tanaman percobaan. Hasil Penelitian diperoleh bahwa rerata pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, dan pertambahan diameter batang&nbsp; pisang Raja cenderung lebih tinggi, disusul oleh&nbsp; pisang Ambon kemudian jenis&nbsp; pisang Cavendish .</p> Muhammad Yusuf ##submission.copyrightStatement## 2020-03-26 2020-03-26 8 2 16 22 EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KARET (Havea brasiliensis) di KECAMATAN TONDONG TALLASA KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/76 <p>Produksi pertanian yang tinggi dan berkelanjutan, hanya dapat dicapai dengan praktik pertanian yang didasarkan pada daya dukung lahan (<em>carrying capacity</em>) yang diindikasikan dengan kemampuan lahan dan kesesuaian lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan di Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep untuk pengembangan tanaman karet. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk survey dengan memperbandingkan&nbsp; <em>(matching</em>) antara kualitas dan karakteristik lahan sebagai parameter dengan keriteria kelas kesesuaian lahan yang telah disusun berdasarkan persyaratan penggunaan atau persyaratan tumbuh tanaman karet. Penentuan kelas kesesuaian lahan dengan memperbandingkan dengan kriteria kesesuaian lahan berdasakan kriteria Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia (2016), yang diadaptasi dari metode FAO (1976). Hasil analisis kesesuaian lahan disimpulkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual wilayah study S3wrs (sesuai marginal dengan faktor pembatas ketersediaan air, media perakaran, dan terrain). Dengan tingkat pengelolaan tinggi, maka kelas kesesuaian lahan potensial dapat menjadi S3rs (sesuai marginal dengan faktor pembatas media perakaran, dan terrain).</p> Nurmiaty Nurmiaty ##submission.copyrightStatement## 2020-03-26 2020-03-26 8 2 23 32 POPULASI KUMBANG PENYERBUK Elaeidobius kamerunicus Faust. PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/85 <p><em>Elaeidobius kamerunicus </em>Faust is a beetle that assist the pollination in oil palm flowers; therefore, the number of fruit sets of oil palm relates to the population of <em>E. kamerunicus </em>on a plantation. To determine a correlation between the population of <em>E. kamerunicus </em>Faust with age of oil palm and factors influencing the beetle population, a field study was conducted at PT Nusa Indah Kalimantan Plantations Estate Masalap. &nbsp;Samples were collected from each one block of the oil palm field grown (block) that planted in 2009, 2010 and 2011 using purposive sampling method. There were three anthesis and post-anthesis male flowers were collected from each block. &nbsp;The results of the investigate showed that the highest average of spikelet per plant (104.5) was found at the block of 2009 planting season, hence the population of the pollination insects was more abundant at this block compare to the other two blocks. Total population of the insects at the oldest oil palms was 3959.51 imago on anthesis male flowers and 7674.48 larva on post-anthesis flowers. To summarize the main findings, the population of <em>E. kamerunicus </em>Faust at the oil palm plantation was influenced by plant age, number of spikelet and bloom period of male flowers.</p> Kafrawi kafrawi ##submission.copyrightStatement## 2020-03-26 2020-03-26 8 2 33 41 PERTUMBUHAN SETEK LADA DARI POHON INDUK YANG DIPUPUK NPKMg DOSIS BERBEDA https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/88 <p>Pepper plant is propagated through stem cutting to generate a healthy seedling that can further grow vigorously on a cultivation field. &nbsp;A high-quality cutting material produce by healthy mother plant and has sufficient nutrients. &nbsp;To determine a superior pepper mother plant as a source of seedlings, an experiment was carried out using cutting of vine pepper from the fertilized mother plants with NPKMg fertilizers in different dosages. &nbsp;Seedlings of vine cuttings as experimental units were placed in a randomly block design with four treatments as follows: cuttings from fertilized mother plants with 200 g/plant/year of granular NPKMg (H1); cuttings from fertilized mother plants with 50% of the full dosage of liquid NPKMg (H2); cuttings from&nbsp; fertilized mother plants with 75 of the full dosage of liquid NPKMg (H3); cuttings from a fertilized mother plant with full dosage (1600 g NPKMg/plant/year) of liquid NPKMg (H4). &nbsp;Experiment results indicated that pepper seedlings from a fertilized mother plant with full dosage had faster growth of the plants height, greater number of internodes and leaves than other treatments, as well as had bigger stem diameters as compare to seedlings from the fertilized mother plant in lower dosages.</p> Sitti - Inderiati ##submission.copyrightStatement## 2020-03-26 2020-03-26 8 2 42 50 KEANEKARAGAMAN CENDAWAN RIZOSFER PADA TANAMAN TALAS SATOIMO https://ppnp.e-journal.id/agro/article/view/86 <p>Rhizosphere is an ideal zone for microorganisms to grow and develop abundantly that influenced by plant roots exudates.&nbsp; Soil microorganisms have a symbiotic mutualism interaction with plants and their interaction influenced the availability of organic soil compound.&nbsp; Therefore, there is a need to investigate and analyze the diversity of fungi at the rhizosphere of economically important food crop like shutterstock taro potato (Satoimo).&nbsp; The study was conducted through several steps as follows: collection of soil samples, dilution of soil samples and isolation of fungi, identification and analyzing of variability of the isolates.&nbsp; The results showed that Satoimo rhizosphere had a diversity index 2.85 which was categorized as a modest index. This result indicated the stability of the fungi community at the Satoimo rhizosphere and its diversity as modest category. &nbsp;The diversity of the microorganisms for each soil sample indicate its organic compounds and as an important factor that determine quality and soil healthy status.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Keywords:<em> diversity, rhizosphere, fungi, organic matter</em></p> Sitti - Inderiati ##submission.copyrightStatement## 2020-03-26 2020-03-26 8 2 51 57