Pola nafkah petani kopi: kajian petani kopi di desa tertinggal di Kabupaten Jeneponto

  • Isnam Junais Universitas Muhammadiyah Makassar
Keywords: pola nafkah, petani kopi, pendapatan petani

Abstract

Kemiskinan sangat identik dengan masyarakat petani, jeratan kemiskinan seolah menjadi penyakit masyarakat yang sudah turun temurun. Salah satu faktor yang memperparah kondisi ini adalah kurangnya sumber daya masyarakat petani dalam mengelola potensi yang dimiliki.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola nafkah petani kopi di sebuah desa tertinggal. Penelitian ini melibatkan 70 keluarga petani yang diwawancarai. Analisis data menggunakan pendekatan data kuantitatif yang kemudian didukung dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ketidakmampuan petani dalam memenuhi kebutuhannya sepenuhnya bukan karena kurangnya pendapatan petani namun, ketidakmampuan petani dalam mengelola keuangan dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga. Pendapatan petani yang tidak merata sepanjang tahun dimana petani hanya akan mendapatkan pendatan lebih di masa musim panen kopi dan hortikultura yaitu pada bulan April, Mei dan Juli, selebihnya petani hanya menggantungkan pendapatannya pada tanaman hortikultura jangka pendek dan sektor lain diluar pertanian seperti buruh bangunan di kota, berdagang, supir dan lain-lain. Sehingga secara umum masyarakat petani akan nampak miskin akibat ketidakmampuannya dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, untuk dapat mengelola kebutuhan diperlukan adanya peningkatan sumberdaya petani dalam mengelola pendapatan sehingga mampu merencanakan pemenuhan kebutuhan keluarga dalam satu tahun.

Author Biography

Isnam Junais, Universitas Muhammadiyah Makassar

Fakultas Pertanian

References

Ellis, F. 2000. The determinants of rural livelihood diversification in developing countries. Journal of Agricultural Economics Vol. 51(2), 289-302.
Ellis, F. 1999. Rural livelihood diversity in developing countries: evidence and policy implications. Overseas Development Institute, London.
Gautam, Y. dan Andersen, P. 2016. Rural livelihood diversification and household well-being: Insights from Humla, Nepal. Journal of Rural Studies Vol. 44: 239-249.
Junais, I. 2019. Persepsi kaum petani muda dan orang tua terhadap masa depan pertanian: integrasi sosio-spasial terhadap petani kopi di Kab. Jeneponto. IOP Conference Series 2019.
Sugiharto, A., Hartoyo dan Muflikhati, I. 2016. Strategi nafkah dan kesejahteraan keluarga pada keluarga petani tadah hujan. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 9(1): 33-42.
Sumarti, T. 2007. Kemiskinan petani dan strategi nafkah ganda rumah tangga pedesaan. Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1(2): 217-232.
Published
2020-06-08